Menteri Pertanian Ungkap Penyebab Pupuk Subsidi Berkurang Setiap Tahun

oleh -1930 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID Menteri Pertanian RI / Andi Amran Sulaiman

LOMBOK – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman mengungkapkan penyebab jatah pupuk subsidi berkurang setiap tahun. Mentan berdalih semua ini disebabkan harga bahan baku yang naik dan dampak perang antara Ukraina dan Rusia.

“Kemudian ada Covid-19, butuh biaya yang luar biasa sehingga anggaran bisa direfocusing setelah itu berdampak ke sektor pertanian dan pupuk dikurangi,” ungkapnya di Lobby Kantor Bupati Lombok Tengah, Kamis (25/1/2024).

 

Dia membeberkan, subsidi pupuk kepada petani berkurang dari sebelumnya 9,5 juta ton sempat turun menjadi 7 juta dan terakhir 4,7 juta ton.

Baca Juga  Heboh! Suami Tawarkan Mahar Mobil, Istri Malah Minta Kain Kafan

Saat ini karena kondisi ekonomi yang kian membaik, Presiden Joko Widodo menambahkan terkait anggaran untuk subsidi pupuk sampai Rp 14 triliun.

 

Selain itu persoalan lain kata Mentan, sekarang jumlah kelompok tani semakin menurun, hal tersebut imbas transformasi pertanian tradisional menuju pertanian modernisasi berhasil.

“Penurunannya itu naik 8,4 persen, kenapa menurun karena biasanya saat panen butuh 20 orang untuk 1 hektare lahan dengan menggunakan alat tinggal dikerjakan satu orang,” katanya.

 

Selain itu menyusutnya jumlah lahan pertanian kata Amran dapat diatasi dengan program food estate yang hasilnya akan nampak di masa mendatang.

Baca Juga  Granat Ditemukan Diduga Peninggalan Zaman Perang

Sementara total lahan yang dikelola oleh pemerintah adalah 7,4 juta hektare sementara secara presentase hanya 0,08 persen. Dirinya malah heran sejumlah pihak hanya memperhatikan 600 hektare dari program food estate.

 

“Itu untuk seribu tahun, karena solusi untuk ketahanan pangan adalah food estate kita bangun yang skala besar, teknologi pertanian butuh lahan besar,” tegasnya.

 

Mentan menyatakan, maka potensi tanaman jagung di NTB ini harus dimanfaatkan agar dapat swasembada kembali, bahkan dapat mengeksport komoditas tersebut.

Baca Juga  Dispesialkan, Tersangka Jual Beras Bantuan Kades Barabali-Pandan Indah Tidak Ditahan

“Di era Presiden Jokowi kita tiga kali swasembada, kita harus ulangi lagi,” tuturnya.

 

Sementara terkait kekurangan pupuk di NTB yang disebut mencapai 120 ribu ton akan ditambahkan sekitar 2,5 juta ton tahun 2024.

Sementara itu terkait impor beras yang dilakukan pemerintah belum lama ini, itu adalah pilihan yang baik ditengah kondisi el-nino gorila seperti saat ini.

“Bukan cuma Indonesia tapi seluruh dunia terdampak el-nino,” tutupnya.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.