LOMBOK – Mendekati masuknya bulan Suci Ramadan sejumlah harga bahan pokok (Bapok) mulai naik di pasar. Mendengar kabar ini, Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri angkat bicara. Dia menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan untuk membuat pasar murah.
“Kami sudah koordinasikan agar supaya cepat menghitung untuk membuat pasar murah, terutama karena kenaikan harga beras ini,” terangnya kepada awak media saat hadir di Musrenbang Kecamatan Praya, Senin (4/2/2024).
Pathul mengatakan jelang bulan Ramadan memang harga bahan pokok biasanya merangkak naik, hal tersebut terkadang sengaja dilakukan oleh para pedagang sehingga perlu ada evaluasi sampai tingkat pasar.
“Kemudian pasar murah juga harus dilaksanakan,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lombok Tengah, Lalu Ahmad Satriadi mengatakan pihaknya akan menggelar pasar murah di setiap kecamatan dengan menyetok beras program stabilitasi harga dan pasokan pangan (SPHP).
“Untuk antisipasi bulan Ramadan, sehingga bagaimana beras itu sebagai bantalan masyarakat untuk masalah pangan. Nanti insyaallah masing-masing kecamatan 3 ton beras,” katanya.
Selanjutnya masyarakat dibatasi hanya boleh membeli maksimal 10 kilogram, sementara itu untuk penyaluran beras SPHP di pasar-pasar akan dilakukan setiap dua kali seminggu yakni, Hari Selasa dan Jumat.
Bicara stok beras di NTB menurut data Badan Urusan Logistik (Bulog) 40 ton, dan untuk Lombok Tengah dirinya masih belum mengetahui detailnya.
“Kemarin sudah datang 11 ton dan diperjalan 13 ton,” pungkasnya.(nis)







