LOMBOK – Calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Lombok Tengah dari PSI, Lalu Zulyadaini akhirnya buka suara. Dia menyebutkan ada dugaan kecurangan yang terjadi di TPS Dusun Kangi, Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat. Peristiwa ini juga yang membuat terjadinya aksi pelemparan rumah seorang warga oleh pendukung Caleg PSI.
“Saya temukan ada kecurangan di TPS, yang punya rumah ini adalah tim sukses salah satu Caleg, ada video saya dapatkan,” ungkapnya saat dikonfirmasi media, Kamis (15/2/2024).
Zulyadaini menyebutkan hal ini yang menyebabkan rumah salah satu timses dari Partai Golkar ini dilempari pendukung Caleg PSI. Menurut dia, warga melakukan aksi itu karena emosi dan kesal atas perbuatan timses.
“Makanya TPS sempat dibuat berantakan, saya minta di TPS penghitungan kabupaten dihentikan. Ada kok datang Panwascam, kepolisian dari Polsek dan saya diarahkan melaporkan, untuk apa saya laporkan ini temuan kok,” katanya tegas.
Tidak lama tim pihak Gakumdu juga meminta tolong agar proses penghitungan tetap dilanjutkan. Pihaknya kemudian malam itu sepakat melanjutkan proses penghitungan.
“Kemudian dua orang pelaku kecurangan sudah diamankan polisi, sekarang pihak mereka minta agar dua orang ini dibebaskan. Kami tidak mau,” tegasnya lagi.
Dibeberkan Zulyadaini, dugaan kecurangan dilakukan timses ini dengan mengarahkan ibu-ibu mencoblos calon yang mereka dukung. Para ibu-ibu dibimbing sampai ke TPS dan nyoblos.
“Masa timses ini seperti dia miliki TPS dan bisa ngatur-ngatur. Saya ngak pakai uang dan dapat suara 57 di tempat itu,” ungkap dia.
Sementara sebelumnya, beredar sebuah video di sosial media facebook dan whatsapp rumah seorang warga di Dusun Kangi, Desa Penujak dilempar pendukung Caleg PSI.
Kapolres Lombok Tengah, AKBP Iwan Hidayat membenarkan kejadian itu yang terjadi sekitar 22.30 WITA. “Sudah kami pertemukan, mereka saling memaafkan dan saling tidak melanjutkan hal,” ungkap kapolres kepada media, Kamis (15/2/2024).
Dibeberkan kapolres, latar belakang aksi pengerusakan rumah itu karena adanya kesalahpahaman oleh kedua belah pihak simpatisan salah satu partai, selain itu ditengarai karena ada arahan-arahan untuk menyinggung salah satu partai.
“Setelah kami pertemukan ternyata saling mengenal dan ada hubungan kekeluargaan makanya cepat didamaikan,” katanya.
Sementara itu muncul di sosial media sebuah video yang menunjukan kaca rumah yang pecah karena diduga dirusak oleh pendukung Caleg dari PSI.
Ketua DPD PSI Lombok Tengah, Muhammad Sahirudin mengatakan aksi itu terjadi karena dipicu dugaan kecurangan di salah satu TPS di Desa Penujak.
Sementara itu rumah yang nampak dalam video tersebut merupakan rumah tim sukses Caleg lain. “Itu rumah timses dek dan bersebelahan dengan rumah Caleg ini, satu halaman,” katanya via wa.
Temuan kecurangan, timses dari Caleg lain membimbing pemilih hingga masuk ke dalam TPS bahkan mendampingi pemilih masuk ke dalam bilik suara, namun dibiarkan begitu saja oleh petugas di TPS.
“Itu bukan hanya satu atau dua orang saja, kemudian di luar TPS juga seakan akan mengajak ke pemilih dengan memakai alat peraga atau kertas spesimen diarahkan ke Caleg incumbent,” sebut Daink.
Maka dari itu, pihaknya menuntut kepada Bawaslu agar menindak tegas Timses dan Caleg. Selain itu mereka meminta pihak penyelenggara agar melakukan pemungutan ulang di beberapa TPS yang ada di Desa Penujak.(nis)





