Pelebaran Jalan Biao-Kopang Didorong Masuk Proyek Strategis Nasional

oleh -4200 Dilihat
FOTO DIKI WAHYUDI JURNALIS KORANLOMBOK.ID Arus kendaraan di jalan raya Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah yang menghubungkan jalan Biao-Kopang.

LOMBOK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah mendorong rencana pelebaran jalan ruas Biao-Kopang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Demikian disampaikan Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperinda) Lombok Tengah, Lalu Wiranata.

“Karena ini jalan nasional kan, kita dorong jadi PSN sehingga pembebasan dan konstruksi dari APBN semua. Sekarang masih studi kelayakan atau feasibility studies,” ungkapnya kepada media di Praya, Senin (4/3/2024).

Wiranata mengatakan terkait lahan rumah warga sepanjang jalan tersebut yang kenak imbas proyek pembangunan nanti. Pemerintah akan mengambil satu sisi seperti halnya pembangunan jalan bypass lainnya, tujuan untuk irit biaya pembebasan.

Baca Juga  Salat Id Terpusat di Masjid Agung Lombok Tengah, Cek Khotib dan Imam

“Apakah akan mengambil satu sisi kanan atau kiri, nanti berdasarkan apraisal, kalau kiri dan kakan terlalu mahal. Karena rumah kalau sedikit saja terganggu konstruksinya harus diganti rugi seluruhnya,” terangnya.

Ia mengatakan biaya untuk pembebasan lahan setiap rumah mengacu kepada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), namun pengalaman Pemkab Lombok Tengah sebelumnya dalam membangun jalur dua ganti rugi per rumah sekitar Rp 3 juta per meter.

“Lebih banyak biaya pembebasan lahannya daripada konstruksinya, jadi Jalan Jenderal Sudirman ke Biao itu dulu kita habiskan Rp 45 milliar, itu satu sisi termasuk juga Pasar Karang Bulayak,” bebernya.

Baca Juga  Dikes Cek Berkala Sampel MBG di Lombok Tengah

Sementara itu untuk jalan Baio menuju Kopang pihaknya masih melakukan feasibility studies dan ditargetkan selesai sebelum lebaran Idul Fitri 2024. Sebab, perencanaannya akan diajukan pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) nasional sekitar bulan April atau Mei 2024.

Sementara tahapan yang dilakukan setelah feasibility studies yakni, akan ditinjau apakah layak atau tidak menjadi jalan yang memiliki dua jalur. Baru kemudian diperhitungkan apakah layak masuk sebagai PSN.

Baca Juga  Tangkap 25 Orang, Barang Bukti Ditemukan Sabu, Uang, Samurai Hingga Senpi

“Nanti dihitung berdasarkan apraisal jika sudah selesai teknis,” katanya tegas.

 

Wiranata membeberkan, komunikasi dengan pemerintah pusat telah pihaknya lakukan dan mendapatkan respons positif, apalagi posisi Lombok Tengah yang memiliki akses ke dua tempat internasional. Di antaranya ada Bandara Internasional Zainnudin Abdul Majid dan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.

 

Ditambahkan Wiranata, Lombok Tengah perlu banyak jalur yang menghubungkan dua lokasi tersebut. Termasuk jalur di depan Kampus IPDN NTB yang akan dihubungkan dengan jalur bypass Batujai.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.