36 Persen Stunting di Kelurahan Suryawangi, Istri Pj Gubernur Mengaku Prihatin

oleh -1419 Dilihat
FOTO FENDI JURNALIS KORANLOMBOK.ID Ketua Forikan NTB saat meninjau pelayanan posyandu di Kelurahan Suryawangi, Senin (10/6/2024).

 

LOMBOK – Jumlah kasus stunting masih tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). kondisi ini membuat Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi NTB, Hj. Prayatni Gita Ariadi mengaku prihatin.

Diketahui, kasus stunting di Provinsi NTB masih menginjak angka 24 persen sehingga pihaknya terus menggalakan kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) untuk mencegah stunting.

Hal ini disampaikan istri Pj gubernur saat menghadiri kegiatan Gemarikan di Kelurahan Suryawangi, Kecamatan Labuhan Haji, Senin (10/6/2024).

Disampaikan dia, tingginya angka stuting di Suryawangi menjadi alasan tersendiri program tersebut mulai digalakkan di Lombok Timur. Tercatat angka stunting di Suryawangi masih angka 36 persen dan masuk dalam 10 angka stunting tertinggi dari 50 desa dan kelurahan di Provinsi NTB.

Baca Juga  Larang Wartawan Meliput, Ini Klarifikasi Polres Loteng

“Memang kita miris, kita berada di pinggir pantai yang banyak ikan tetapi ternyata banyak anak- anak kita stunting,” katanya kepada media.

Tingkat konsumsi ikan masyarakat juga sebutnya masih rendah di mana berada angka 53 Kg per kapita per tahun, sedangkan target konsumsi ikan nasional ada diangka 60 Kg per kapita per tahun.

Baca Juga  Bule Wanita Asal Tiongkok Dijambret di Kuta Mandalika

Dia menyampaikan jika ikan memiliki banyak manfaat dan lebih aman dibandingkan dengan konsumsi daging, khususnya dalam pencegahan stunting. Katanya, pemberian makanan kombinasi telur dan ikan sangat baik untuk mencegah stunting.

Demikian pula dalam pengolahan, ikan dapat diolah sesuai selera anak, baik hanya dengan di masak, dibuat pentol ikan, bakso ikan dan olahan ikan lainnya.

“Masyarakat kita lebih senang makan daging dari pada ikan, beda dengan Sumbawa mereka merasa tidak makan kalau tidak ada ikan,” sentilnya.

Baca Juga  Menu MBG Ada Belatungnya Berbuntut Panjang, Restu Penuhi Panggilan Polisi

Ia menegaskan kegiatan ini akan terus digalakkan dan diedukasikan kepada masyarakat, sehingga nantinya bisa menurunkan angka stunting seperti target nasional yakni 14 persen di tahun 2024.

Selain itu, dirinya juga berharap peran serta orang tua untuk bahu membahu memberikan perhatian dan makanan kepada anaknya agar terhindar masalah stunting.

“Bapak- bapak juga harus menjaga istrinya jangan sampai stres karena itu juga berpengaruh,” katanya.(fen)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.