28 Ribu Warga Loteng Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Dewan Supli Sempat Nangis

oleh -1160 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Suasana sidang paripurna DPRD Lombok Tengah, Senin (1/7/2024).

 

 

LOMBOK – Ketua Fraksi PKS DPRD Lombok Tengah, H. Ahmad Supli sempat menangis pada saat sidang paripurna dengan agenda penyampaian pendapat fraksi-fraksi terkait Ranperda Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025 – 2045, Senin (1/7/2024).

Supli menetaskan air mata saat membahas masih banyak warga Lombok Tengah yang tinggal dalam Rumah Yang Tak Layak Huni (RTLH). Dalam kesempatan itu, paripurna yang dihadiri Wakil Bupati H.M Nursiah, Supli meminta agar persoalan ini diperhatikan oleh Pemkab dan dituangkan dalam RPJD 2025 -2045.

Baca Juga  Dilarang Tangkap Ikan di Teluk Awang, Nelayan Ketapangraya Balas dengan Lakukan Sweeping

“Masyarakat kita ada 28 ribu Kepala Keluarga  (KK) yang masih bernaung di rumah tak layak huni,” ungkapnya dalam sidang paripurna.

 

Anggota dewan satu ini sempat mencontohkan masyarakat yang berada di Kampung Sukadana, Kelurahan Gerantung. Selain itu juga ditemukan di Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya.

Baca Juga  Siap-siap! Mega Proyek Energi Terbarukan Akan Hadir di Lombok Timur

Dari temuan ini, DPRD meminta kepada Pemkab Lombok Tengah membuat langkah konkrit yang diambil untuk mengatasi hal tersebut. Dia menyebutkan, tidak harus menunggu 5 tahun mendatang untuk mengeksekusi anggaran perbaikan rumah tak layak huni.

“Tidak ada artinya pembangunan yang bersifat mercusuar tapi ternyata masih ada masyarakat kita yang hidup di tengah kekumuhan dan ketidaberdayaan,” sentilnya.

Baca Juga  Dewan Ahmad Ungkap Maraknya Jalan Rusak di Kecamatan Praya

Supli menyampaikan kepada wakil bupati untuk tidak perlu menunggu harus lima rumah per desa diperbaiki. Apalagi di tengah pemerintah pusat telah mengambil percepatan pembangunan di bidang pendidikan dan kesehatan saat ini. Harusnya, Pemkab Lombok Tengah fokus melakukan perhatian kepada rumah masyarakat yang tidak layak huni.

“Kenapa kita tidak bisa melakukan ini,” tegasnya.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.