LOMBOK – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lombok Tengah, Wirman Hamzani mengungkapkan hasil monitorong dan evaluasi (Monev) yang membuat dirinya geleng kepala. Sebab, saat monev di Puskesmas Batunyala pihaknya menemukan banyak ruangan bocor termasuk banyak pasien yang mengeluh.
“Tadi kami Komisi IV turun monev, temuan kami di Puskesmas Batunyala dan SMPN 1 Janapria ini diluar dugaan semua. Ruangan di puskesmas bocor sana sini, di SMP malah kami temukan tanpa MCK,” ungkapnya kepada Koranlombok, Rabu (23/7/2025).
Dari temuan di Puskesmas Batunyala ini, Hamzan meminta pertanggungjawaban pihak rekanan yang mengerjakan gedung puskesmas terkesan asal cepat jadi. Selain itu, politikus NasDem ini mempertanyakan bentuk pengawasan dilakukan Dinas Kesehatan Lombok Tengah.
“Kenapa Dikes juga membiarkan begini, pasien tidak nyaman dilayani oleh Nakes jadinya,” katanya.
Masih temuan di Puskesmas Batunyala, nyaris semua ruangan ditemukan bocor. Mulai dari ruang UGD, aula dan termasuk ruang persalinan.
“Kenapa seperti ini model kerja dan pengawasan ya, kami akan panggil dinas untuk mengklarifikasi ini juga. Dan di puskesmas juga saya terima laporan membutuhkan mobil ambulans. Semoga tahun depan bisa terealisasi,” harapnya.
Di samping itu, hasil monev SMPN 1 Janapria pihaknya menemukan sekolah plat merah tersebut tanpa MCK. Dengan 460 jumlah siswa di sana, siswa dan guru menggunakan satu MCK bersama.
“Jadi mereka harus antre, saya minta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di perubahan 2025 ini harus dianggarkan,” pintanya tegas.
Kata Hamzan, jika nanti pihak Dikbud Lombok Tengah tidak ada juga respons. Maka pihaknya akan bertindak. Dan atas nama pribadi sebagai anggota dewan akan menyiapkan dana pokok pikiaran untuk pembangunan MCK dan perbaikan Puskesmas Batunyala.
“Kalau dinas tidak merespons, saya siapkan dana pokir saya untuk puskesmas dan SMPN 1 Janapria ini,”pungkasnya.(red)







