LOMBOK – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lombok Tengah, Wirman Hamzani menanggapi serius kasus kematian Zakaria Abdillah santri di Ponpes Al Azhar, Dusun Sadah, Desa Janapria, Kecamatan Janapria, Minggu (3/7/2025). Diketahui santri berusia 14 tahun ini meninggal dunia setelah menjadi korban bullying yang berakhir terlibat kekerasan fisik sesama santri di lingkungan Ponpes.
Hamzan meminta kepada pihak Ponpes untuk bertanggung jawab atas kasus yang terjadi dan kepada keluarga korban. Politisi NasDem ini merasa sangat prihatin mendengar lembaga Ponpes malah terdapat kasus bullying yang berujung maut. Ia berharap kejadian serupa tak terulang di Kabupaten Lombok Tengah.
“Tidak hanya di Ponpes dan lembaga pendidikan seperti madrasah, tapi juga sekolah umumnya,” tegasnya di hadapan jurnalis koranlombok.id, Selasa (5/8/2025).
Atas kasus ini, Hamzan meminta dengan tegas kepada pihak Ponpes untuk lebih ketat mengawasi anak didiknya. Terutama saat jam bermain jangan terlalu diberikan hak sepenuhnya untuk bergaul.
Mantan aktivis ini mendorong Kementerian Agama Lombok Tengah untuk aktif memberikan pengawasan kepada setiap Ponpes dan madrasah. Ia menuding selama ini Kemenag tidak pernah melakukan pengawasan.
“Ya Kemenag itu perlu didorong, ini menjadi perhatian serius terhadap kejadian di Kecamatan Janapria khususnya Ponpes di wilayah Sadah,” katanya nyentil.
Dia membeberkan, dewan sampai saat ini masih menggodok rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang pondok pesantren.
Ke depan soal apakah akan ada sanksi bagi setiap lembaga ponpes yang tersandung kasus hukum, seperti bullying, kekerasan seksual yang marak akhir-akhir ini masih didiskusikan oleh dewan.
“Untuk saat ini Ranperda masih kita godok, belum saya baca seperti apa isinya di sana. Kalau itu belum ada perlindungan bagi santri jika ada kejadian seperti ini, harus ada perlindungan begitu,” tegasnya.
Katanya, kasus semacam ini berulang kali terjadi. Dewan mengancam dan meminta Kemenag mencabut izin Ponpes yang melakukan pelanggaran.
“Kita akan kasih konsekwensi tehadap itu semua,” pungkasnya.(nis)






