MBG Dihentikan, Dewan Supli Minta Kementerian Agama Koordinasi dengan BGN

oleh -1250 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Anggota DPRD Lombok Tengah : H. Ahmad Supli

 

 

LOMBOK – Anggota DPRD Lombok Tengah, H. Ahmad Supli angkat bicara terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MI Negeri 1 Lombok Tengah yang mendadak dihentikan pihak dapur.

Politisi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta Kementerian Agama (Kemenag) segera melakukan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

 

“Kemenag harus segera berkoordinasi soal hal itu,” tegasnya kepada jurnalis koranlombok.id, Senin 15 September 2025.

 

Selain itu, Supli berpendapat informasi soal program MBG seharusnya tak perlu ditutupi karena merupakan program demi membangun kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Kepala BNNP NTB: Anggota Dewan Ferdi Positif Mengkonsumsi Narkoba

 

Selain itu, kata Supli, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui OPD terkait juga harus turut ikut mengawasi program MBG. Sebab, semua pihak perlu melakukan antisipasi agar program tersebut dapat berjalan baik tanpa menyebabkan masalah baik dari segi kualitas sajian makanan yang berdampak kepada kesehatan anak.

 

“Harus ada koordinasi supaya tidak ada hal – hal seperti itu terjadi,” katanya tegas.

 

Sebelumnya, Kepala MI Negeri 1 Lombok Tengah, Munawir Halil mengatakan anak didiknya sempat mendapatkan program MBG namun  tiba – tiba dihentikan.

Baca Juga  Balap Lari Liar Marak, Kapolres Loteng ‘Tantang’ Pelari Adu Cepat di Sini

 

Munawir Halil menerima alasan dari pihak dapur karena anggaran untuk siswa di MI Negeri 1 Lombok Tengah belum keluar dari BGN.

“Akhirnya saya bertanya, kok kemarin ada sekarang nggak ada, kata pihak dapur anggaran belum keluar. Tapi saya tanya kok yang lain masih bisa sedangkan MIN belum akhirnya kami ya kecewa sekali,” ungkapnya dalam sambungan telepon kepada Koranlombok.id.

 

Selain itu, pihak dapur juga berdalih ada pengurangan data siswa penerima program dari BGN. Sehingga seluruh siswa MIN 1 Lombok Tengah sebanyak 1100 anak mendapatkan imbasnya.

Baca Juga  21 Ranperda Ditetapkan jadi Perda oleh DPRD Lombok Tengah Selama 2024

 

Munawir menyampaikan, pihaknya juga diminta untuk mencari dapur lain untuk mendapatkan program tersebut oleh pengelola dapur sebelumnya.

 

“Yang nggak masuk logika berpikir saya kemarin bisa tetapi sekarang tidak bisa, bahkan lebih tidak masuk akal lagi mereka minta kami cari dapur lain, berarti kami di oper-oper,” sebutnya.

 

Atas kondisi ini, Munawir masih menunggu kelanjutan program MBG pada minggu ini. Dia berharap program tersebut dapat berlanjut di madrasah yang dipimpinnya. (nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.