Menu MBG Dikeluhkan Siswa, Banyak Mubazir di SDN 3 Praya

oleh -1723 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Seorang guru SDN 3 Praya memperlihatkan menu MBG yang banyak mubazir.

 

 

LOMBOK – Lauk program makan bergizi gratis (MBG) dikeluhkan siswa SDN 3 Praya, Lombok Tengah. Faktanya, banyak siswa tidak suka lauk MBG sehingga mubazir.

 

Guru SDN 3 Praya, Zinnur Aini mengungkapkan keluhan pihak sekolah termasuk siswa terkait lauk MBG. Pihak guru menilai kurang sesuai dengan selera anak-anak. Menurutnya, menu yang disajikan sering kali menyerupai makanan orang dewasa, sehingga siswa enggan menyantapnya.

“Ini kan yang dituju anak-anak, tapi anak-anak tidak suka,” ungkap Zinnur Aini, Kamis 18 September 2025 kepada Koranlombok.id di sekolah.

Baca Juga  Bunda Literasi NTB Apresiasi Keberadaan Perpustakaan Komplit di Desa Lelong

 

Dia menjelaskan, banyak makanan MBG tidak habis dimakan siswa. Pihak sekolah, kata dia, sudah berkali-kali menyampaikan keluhan tersebut kepada penyedia.

“Seharusnya mereka lebih bijak, bukan hanya bilang ini standar bergizi karena ada ahli gizi. Tapi kan ujung-ujungnya, gizi sedikit pun tidak masuk,” tegasnya.

 

Aini menyarankan agar menu MBG lebih kreatif dan menyesuaikan selera anak-anak. Misalnya, mengganti menu dengan susu, keju, burger, atau nugget yang bisa dibuat sendiri dari telur atau ayam.

Baca Juga  Kisah Hidup Nurjaya, Remaja yang Ditinggal Orangtuanya Sejak Bayi

 

“Saya bilang ke dapurnya, mana nomor ahli gizinya biar kami telepon. Tapi mereka bilang tidak menyimpan. Masak sih? Seharusnya mereka disimpan dong,” katanya dengan nada kesal.

 

Menurut Aini, jika menunya burger, susu, atau keju, makanan tersebut cenderung habis dimakan siswa. Sebaliknya, menu nasi justru banyak yang mubazir.

“Kalau menu nasi wajib tidak disukai,” ungkap dia.

 

Dia menceritakan, sering mengirim foto dan video ke pihak dapur sebagai bukti bahwa menu yang diantarkan tidak habis dan banyak terbuang.

Baca Juga  Beli Elpiji 3 Kg Ribet, yang Terdaftar Saja Boleh

 

“Kita tetap memperlihatkan kepada pihak MBG kalau menu nasi yang mereka buat ini mubazir. Tapi mereka alasannya, kan ini sudah menu dari ahli gizi,” ceritanya.

 

Aini berharap pihak penyedia MBG dan ahli gizi bisa lebih kreatif dalam menyusun menu.

“Kalaupun mau kasih telur boleh, tapi harus kreatif. Jangan prinsipnya bergizi, variasi ganti-ganti, tapi ujung-ujungnya tidak dimakan. Kan mubazir. Kasihan anak-anak yang tidak bawa bekal kelaparan,” pungkasnya.(hil)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.