Warga Beleka Daya Tolak Merger SDN Berangah dan SDN Beleka

oleh -1276 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Sekda Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya dan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Wirman Hamzani, anggota dewan dan pejabat Dikbud saat menerima warga Desa Beleka Daya hearing, Senin 22 September 2025.

 

 

LOMBOK – Masyarakat Desa Beleka Daya, Kecamatan Praya Timur melakukan hearing ke Kantor DPRD Lombok Tengah, Senin 22 September 2025. Warga menyampaikan aspirasi menolak wacana pemerintah melakukan merger atau penggabungan SDN Berangah dengan SDN Beleka.

Kepala Desa Beleka Daya, Senang Haris mengungkapkan, karena permasalahan tersebut menyebabkan persaingan yang tidak sehat antar sekolah dalam memperoleh siswa.

 

Selain itu saat musyawarah desa, kata Kades, salah seorang tokoh guru mengungkapkan jika sering terjadi perkelahian antar siswa.

Selain itu, kondisi SDN Berangah juga memprihatinkan dan kerap mengalami banjir ketika musim penghujan datang.

 

“Sejak tahun 1980, terjadi persaingan yang sangat tidak sehat, sampai tawuran. Sampai ada istilah kanak lauk dan kanak daye, ampure karena kedatangan kami adalah bentuk kepedulian pendidikan di desa kami, murni kepentingan masyarakat,” tegas Kades dalam hearing.

Baca Juga  Sumber Uang Diselamatkan 1,4 Miliar, Aset Dokter Langkir Hingga Proyek Puskesmas Batu Jangkih

 

Dibeberkan Kades, solusi sementara ditawarkan oleh Pemda wacana merger antara dua sekolah tersebut tidak akan jalan. Sebab, masyarakat menolak wacana tersebut dan masyarakat menginginkan direlokasi ke lahan milik Pemda.

 

“Oleh karena itu kepada Pak Sekda semoga dapat memberikan solusi yang terbaik, kami ingin generasi kami menjadi generasi yang bersih, mampu dan pintar dan berguna bagi bangsa dan agama,” katanya.

 

Ditambahkan Ketua LSM Lomboq Ate Untuk Kemanusiaan (LAUK) Hamzanwadi dalam hearing menunjukan video banjir yang kerap menggenangi bangunan SDN Berangah pada saat musim hujan.

“Tujuan kami adalah untuk melakukan relokasi, memindahkan SDN Berangah ke tanah yang ada milik Pemda,” katanya.

Baca Juga  Pemekaran Lombok Timur Sulit Terwujud, Usulan Belum Masuk Kemendagri

 

Tuntutan lain, warga meminta fasilitas infrastruktur Puskesmas Pembantu di Beleka Daya agar dipenuhi segera. Warga meminta juga agar di Praya Timur ada SMK dengan Jurusan Teknik Sipil agar calon siswa tak harus jauh menempuh pendidikan di SMKN Praya Tengah atau ke SMKN Kuripan.

“Ini mohon untuk diperhatikan,” kata Amaq Bundu sapaan akrabnya.

 

Di tempat yang sama, Sekda Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya yang menerima hearing mengatakan soal penyelsaian masalah ini pihaknya perlu melakukan kajian secara mendalam sebelum melakukan relokasi SDN Berangah.

 

“Kami butuh pendalaman soal dampak banjir, kemudian  agaimana jika relokasi ke lahan eks Pasar Beleka dan perlu dihitung jaraknya hanya 500 meter apakah akan bertambah atau bagaimana. Mau diapakan aset SDN Berangah setelah direlokasi. Tolong kami minta waktu untuk sebagai dasar kajian mendalam mengambil keputusuan,”  tegasnya.

Baca Juga  Ini Penyebab Syawal Tusuk Doni Hingga Tewas

 

Sekda meminta agar nantinya bisa melakukan diskusi secara intens dengan masyarakat dalam Forum Group Discussion (FGD).

“Nanti kami berdiksuksi dengan intens untuk menalaah alternatif paling baik, ini agar sejalan dengan pekayunan pelungguh sami. Nanti kita simpulkan dalam rekomendasi,” kata Firman.

Sementara, Wakil Komisi IV DPRD Lombok Tengah, Wirman Hamzani meminta Pemkab agar segera memberikan jawaban terhadap aspirasi masyarakat ini.

“Semoga bisa dapat diatasi oleh Pemda soal usulan masyarakat untuk relokasi SDN Berangah,” kata Hamzan.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.