LOMBOK – Proyek pengadaan Smart TV di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Tengah tahun 2024 diklaim sudah beres disalurkan ke masing-masing sekolah dasar (SD). Proyek dengan nilai Rp 9 miliar ini sumber dana dari dana alokasi umum (DAU) APBD 2024.
Dari total 631 SD di Lombok Tengah. Baru ada 90 SD telah menerima bantuan tersebut. Satu sekolah diberikan satu unit Smart TV.
Kepala Seksi (Kasi) Sarana Prasarana Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dikbud Lombok Tengah, Lalu Zaenuri menjelaskan bahwa setiap unit Smart TV dianggarkan Rp 99 juta. Pengadaan ini dilakukan melalui e-catalog.
“Untuk bidang saya hanya SD, kalau SMP ada, PAUD ada, dan kebudayaan juga ada,” ungkap Zaenuri kepada Koranlombok.id, Selasa 30 September 2025.
Zaenuri menambahkan, persyaratan sekolah menerima bantuan ini cukup sederhana. Yakni, harus memiliki jaringan listrik.
“Namun dari kementerian, tahun ini semua sekolah akan mendapatkannya,” bebernya.
Untuk kemungkinan penambahan, kata Zaenuri, pada tahun 2025 ini dipastikan semua SD akan mendapatkan bantuan tersebut bersumber dari kementerian. Sebab, sesuai dengan program Presiden Prabowo yaitu, digitalisasi dan repitalisasi.
Katanya, sebagian sekolah penerima lebih banyak disalurkan ke wilayah pelosok. Hal ini menjadi salah satu cara untuk menarik minat siswa, mengingat adanya persaingan dengan sekolah di bawah naungan Kemenag.
Dikatakan Zaenuri, merek Smart TV yang diberikan kepada masing sekolah ada dua merek. Pertama Libera dan ViewBoard.
“Untuk saat ini baru 90 sekolah yang sudah dapat,” katanya.
Dia menerangkan bahwa penggunaan smart TV ini sangat canggih karena semua materi pelajaran tersedia di dalamnya.
“Artinya, mau dipakai sebagai papan tulis bisa, disambungkan ke internet juga bisa,” tutupnya.(hil)





