Bupati Pathul Ajak Semua Pihak Lindungi Anak dan Bangun Masa Depan

oleh -3644 Dilihat
FOTO ISTIMEWA / Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bajri saat memimpin upacara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42.

 

banner 1080x1350

 

LOMBOK — Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia di halaman kantor bupati, Kamis 23 Juni 2026.

 

Bupati mengatakan, peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak anak serta memberikan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi.

 

“Setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara wajar sesuai harkat dan martabat kemanusiaan. Anak-anak juga harus mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi,” ucapnya.

Baca Juga  Menpar Jawab Nasib Event MotoGP 2025 di Tengah Efisiensi Anggaran

 

Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini mengangkat tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Menurut Pathul, tema tersebut menegaskan bahwa setiap anak merupakan pribadi yang berharga, harus dihormati, didengar pendapatnya, serta diberikan ruang untuk berpartisipasi sesuai usia dan tingkat kematangannya.

 

“Anak-anak bukan hanya menjadi objek pembangunan, tetapi merupakan subjek pembangunan yang mempunyai hak untuk menyampaikan pendapat dan berpartisipasi dalam proses pembangunan,” ujarnya.

 

Pathul menegaskan, perlindungan anak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan kolaborasi antara keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, serta pemerintah pusat dan daerah.

Baca Juga  Gejolak Galian C, Warga Tiga Kecamatan Akan Demo ke Polda-Gubernuran

 

“Keluarga menjadi pelindung pertama dan utama bagi anak. Namun, seluruh unsur masyarakat juga mempunyai tanggung jawab untuk menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman dan ramah bagi tumbuh kembang anak,” katanya.

 

Ia juga mengingatkan pentingnya memberikan perlindungan kepada anak, tidak hanya di rumah, sekolah dan ruang publik, tetapi juga di ruang digital. Anak-anak harus dibekali pengetahuan dan pendampingan agar terhindar dari perundungan, eksploitasi serta berbagai bentuk kekerasan di dunia digital.

 

“Kita harus memastikan setiap anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, bahagia, dihormati, didengar suaranya dan terpenuhi seluruh haknya, mulai dari lingkungan keluarga hingga ruang digital,” jelasnya.

Baca Juga  Klaim Tanah, Oknum Warga Segel Musala di Desa Aik Berik

 

Di akhir amanatnya, Pathul mengajak seluruh masyarakat Lombok Tengah menjadikan perlindungan anak sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap anak-anak Lombok Tengah dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, berdaya saing, serta mampu membawa kemajuan bagi daerah dan bangsa.

 

“Sayang anak berarti sayang terhadap masa depan Lombok Tengah dan masa depan Indonesia. Mari bersama-sama melindungi anak, mendengarkan suara mereka dan memberikan ruang yang luas agar mereka dapat tumbuh serta meraih cita-citanya,” pungkasnya. (adv/nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.