Polisi Usut Kebakaran Rumah Adat Sade, Libatkan Tim Forensik Polda Bali

oleh -675 Dilihat
FOTO SATRIA TIM DOKUMENTASI KORANLOMBOK.ID / Penampakan dari udara rumah Adat Sade yang ludes terbakar, Minggu 23 Agustus 2026.

LOMBOK β€” Kepolisian Resor Kota (Polresta) Lombok Tengah akan meminta bantuan dari Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Bali untuk mengusut penyebab insiden kebakaran di rumah Adat Sade Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah yang terjadi pada, Sabtu malam 22 Agustus 2026 sekitar pukul 22.00 Wita. Langkah ini diambil guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara mendalam dan ilmiah.

Kapolresta Lombok Tengah, Kombes Pol Haryanto menegaskan bahwa hingga saat ini kepolisian belum bisa menyimpulkan penyebab utama peristiwa tersebut.
“Untuk sementara belum ada (hasil),” ungkapnya kepada media, Minggu 23 Agustus 2026.

Baca Juga  Satu Tewas di Tempat, Ini Identitas dan Kronologis Kecelakaan Beruntun

Menanggapi spekulasi dan desas-desus di tengah masyarakat yang menyebut insiden tersebut dipicu oleh korsleting listrik, ia enggan berspekulasi lebih jauh sebelum ada bukti forensik yang valid.

“Kalau itu masih belum tahu kita, belum tahu kejelasannya,” tegasnya.

Terkait estimasi waktu keluarnya hasil olah TKP, Kapolresta meminta agar semua pihak untuk bersabar hingga tim ahli dari Bali menyelesaikan tugasnya di lapangan.

Terpisah, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengungkapkan bahwa pemerintah daerah bersama stackholder lainnya sedang melakukan mitigasi untuk korban yang terdampak kebakaran.

Saat ini pemerintah daerah lebih fokus terhadap kondisi kesehatan dan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kebakaran.

Baca Juga  Kades Selebung Kukuhkan Pengurus Krame Adat Desa

β€œIni oleh Dinas Kesehatan sudah ambil bagian untuk turun ke mana-mana, untuk mendeteksi dari dekat kondisi kesehatan masyarakat. Untuk 3 hari ke depan ini, masalah kesehatan dan makan untuk kebutuhan sehari-hari ini yang paling utama,” katanya.

Pathul mengungkapkan, berdasarkan pendataan awal di lapangan sebanyak 129 hingga 130 unit rumah adat dilaporkan hangus dilalap api. Peristiwa naas ini berdampak langsung pada hampir 320 jiwa warga setempat.

Kepala Desa Rembitan, Lalu Winakse saat ditemui media mengungkapkan bahwa jumlah rumah yang rata dengan tanah sekitar 89. Terkait kerugian katanya, sampai saat ini belum bisa terdeteksi namun bisa jadi kerugiannya miliaran.

Baca Juga  Sumber Uang Diselamatkan 1,4 Miliar, Aset Dokter Langkir Hingga Proyek Puskesmas Batu Jangkih

“Kami semua tidak ingin musibah tersebut namun sudah terjadi kan dan kami hanya berharap masyarakat bisa hidup dengan tenang menjalani kehidupan sehari-hari walaupun di tengah musibah,” katanya.
Terkait penyebab kebakaran, Winakse menegaskan sampai saat ini belum diketahui. Namun untuk total semuanya walaupun belum valid sekitar 150 fasilitas.

“Ini rumah yang mudah terbakar dan saya bisa sampaikan sekitar 15 menit saja rumahnya sudah ludes dilalap api, sampai pagi tadi apinya masih ada yang menyala,” ceritanya.(hil)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.