Ribut di Medsos, Oknum Nakes RSUD Praya Akan Dipanggil

oleh -2797 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Suardi dan Direktur RSUD Praya saat menerima hearing, Rabu (14/8/2024).

 

LOMBOK – Ribut dengan cara saling sahut oknum tenaga kesehatan (Nakes) RSUD Praya inisial A di media sosial facebook berbuntut panjang.

Kasus ini berawal dari komentar dituliskan oknum Nakes RSUD yang memancing reaksi netizen. Si oknum Nakes menulis ‘Mungkin kalau ada yang kurang senang, kurang berkenan dengan pelayanan RSUD Praya, banyak kok pilihan RS maupun klinik di Lombok Tengah. Ada RSI Yatofa, RS Mandalika, RS Cahaya Medika, RS Adi Karsa, RS Bumi Bunda, klinik Winer-K, klinik Risa Rafana’.

Sementara di luar Lombok Tengah tulis oknum Nakes inisial A itu, ‘RS Kota Mataram, RSUP Mataram, RS Siloam, RS Harapan Keluarga, RS Biomedika dan RS swasta maupun klinik di Lombok’.

Baca Juga  Ini Jadwal Kedatangan Pebalap MotoGP di Lombok

 

‘Silakan berobat ke sana, kalau engga mau berobat atau ngontrol ke RSUD Praya. Salam Nakes RSUD Praya’.

Dari kegaduhan ini, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, H. Suardi saat menerima hearing warga berjanji akan menindaklanjuti persoalan itu. Baik secara kode etik tenaga kesehatan. Maka dengan itu juga, pihaknya akan memanggil oknum Nakes untuk ditegur.

Sedangkan untuk sanksi, Dikes akan berkonsultasi dengan pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lombok Tengah.

“Akan kita kaji sejauh mana berat ringan pelanggaran kode etiknya,” ungkapnya, Rabu (14/8/2024).

Suardi menyampaikan, beban kerja sebagai tenaga kesehatan terkadang membuat mereka secara psikologis mengalami kelelahan. Sehingga terjadi sedikit gesekan dengan pasien dalam penanganan. Kedepan pihaknya akan memperbaiki sistem pelayanan yang mengedepankan empati kepada pasien.

Baca Juga  Putri HBK Akan Lanjutkan Perjuangan Sang Ayah

 

“Faktor keterbatasan sebagai manusia, kadang baru bangun kemudian melayani pasien sehingga sulit tersenyum,” katanya.

 

Di tempat sama, Direktur RSUD Praya, Mamang Bagiyansyah menegaskan terkait aksi saling saut di sosial media antara Nakes dengan masyarakat tentang pelayanan di RSUD, pihaknya akan berikan atensi dan pembinaan.

“Kami dalam 3 kali 24 jam akan berkomunikasi untuk bertemu dan menghadirkan oknum-oknum tersebut, agar ada evaluasi dan mereka menjadi tau bagaimana cara bermedsos dan bagaimana pelayanan di tangan mereka semakin baik,” tegasnya.

Sementara itu terkait sanksi pihaknya masih akan melihat aturan yang berlaku, namun ia berjanji siapapun di RSUD Praya harus menerima saran dan kritik lalu membenahi diri. Sebaliknya, kepada masyarakat dalam menyampaikan kritik dan saran harus dengan santun dan dapat langsung menyampaikan ke bagian humas.

Baca Juga  HIPMASBAR Mataram Inisiasi Adu Gagasan untuk KSB Emas

 

“Ketika ada komunikasi dan informssi keluar jadi bukan secara orang per orang tetapi langsung ke humasnya,” katanya Mamang.

 

Sementara, koordinator hearing dari Aliansi Peduli Pasien RSUD Praya, Ahmad Zamharir mengatakan mereka menuntut perbaikan pelayanan di RSUD Praya. sebab, petugas saat menangani pasien terlebih dengan menggunakan BPJS diduga melakukan diskriminasi dan pelayanan yang kurang baik.

“Pelayanannya dimaksimalkan terapkan sapa, senyum dan salam itu,” sindirnya.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.