LOMBOK – Sejumlah warga lingkar Sirkuit Mandalika dari Dusun Ebunut, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah mendatangi kantor PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).
Warga yang mengaku dari Aliansi Solidaritas Lingkar (Asli) Mandalika mengaku mendapat teror dan intimidasi diduga dilakukan aparat keamanan saat event MotoGP berlangsung Oktober kemarin.
Sementara saat mendatangi kantor PT. ITDC, warga menyampaikan ada empat poin penting tuntutan mereka.
- Menuntut pembayaran lahan
- Relokasi
- Kompensasi
- Pemulihan kembali kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika yang sampai saat ini belum terselesaikan.
Selain itu, warga juga membeberkan adanya intimidasi dan teror oleh oknum aparat keamanan kepada warga terdampak pada event MotoGP.
Bukan hanya itu, warga juga mempertanyakan kompensasi lahan mereka yang digunakan sebagai lahan parkir saat event MotoGP.
“Akses keluar masuk warga Ebunut yang dibatasi selama 3 hari kami juga pertanyakan, mereka semua tidak bisa mencari rumput untuk makanan ternak warga. Ini alasan kami melakukan hearing,” tegas Ketua Asli Mandalika, Sahnan kepada jurnalis Koranlombok.id, Kamis (26/10/2023).
Disampaikan Sahnan, warga sangat kecewa saat hearing tidak ada petinggi PT. ITDC yang menemui mereka. Alasannya, direktur tidak berada di kantor.
Atas kejadian ini, warga mengaku sangat kecewa dengan sikap ITDC. sementara mereka beberapa hari lalu telah melayangkan surat permohonan audensi.
“ITDC tidak memiliki mekanisme pelayanan publik yang baik terhadap upaya penyelesaian masalah warga,” katanya tegas.
Disamping itu, pihak ITDC yang menemui warga disarankan agar membuat jadwal ulang 3 atau 4 hari kedepannya. Namun warga yang coba memaksa agar ditemui oleh perwakilan ITDC tapi tidak ada satupun yang mau menemui warga yang sejak berjam-jam menunggu.
Terpisah, kuasa hukum warga yang mengklaim lahan di Sirkuit Mandalika Setia Dharma membenarkan adanya teror dan intimidasi diduga dilakukan aparat keamanan.
Parahnya lagi, jelang event MotoGP berlangsung ada dua warga yang didampingi justru diamankan kepolisian gara-gara pasang plang minta lahan dibayar.
“Pihak keamanan juga cabut semua plang yang dipasang warga, ini kan tanah mereka,” katanya tegas.
Beberapa kali pihak PT. ITDC coba dikonfirmasi jurnalis Koranlombok.id belum direspons sampai berita ini ditayangkan.(dik)





