Warga Ngaku Diteror dan Diintimidasi Saat Event MotoGP

oleh -3294 Dilihat
FOTO ISTIMEWA KORANLOMBOK.ID Sejumlah warga dari Dusun Ebunut, Desa Kuta, Kecamatan Pujut saat mendatangi kantor PT. ITDC, Kamis (26/10/2023).

LOMBOK – Sejumlah warga lingkar Sirkuit Mandalika dari Dusun Ebunut, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah mendatangi kantor PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Warga yang mengaku dari Aliansi Solidaritas Lingkar (Asli) Mandalika mengaku mendapat teror dan intimidasi diduga dilakukan aparat keamanan saat event MotoGP berlangsung Oktober kemarin.

Sementara saat mendatangi kantor PT. ITDC, warga menyampaikan ada empat poin penting tuntutan mereka.

  1. Menuntut pembayaran lahan
  2. Relokasi
  3. Kompensasi
  4. Pemulihan kembali kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika yang sampai saat ini belum terselesaikan.
Baca Juga  Lombok Tengah Dapat Penghargaan dari Mendes PDTT

Selain itu, warga juga membeberkan adanya intimidasi dan teror oleh oknum aparat keamanan kepada warga terdampak pada event MotoGP.

Bukan hanya itu, warga juga mempertanyakan kompensasi lahan mereka yang digunakan sebagai lahan parkir saat event MotoGP.

“Akses keluar masuk warga Ebunut yang dibatasi selama 3 hari kami juga pertanyakan, mereka semua tidak bisa mencari rumput untuk makanan ternak warga. Ini alasan kami melakukan hearing,” tegas Ketua Asli Mandalika, Sahnan kepada jurnalis Koranlombok.id, Kamis (26/10/2023).

Disampaikan Sahnan, warga sangat kecewa saat hearing tidak ada petinggi PT. ITDC yang menemui mereka. Alasannya, direktur tidak berada di kantor.

Baca Juga  Pihak ITDC dan Mantan Camat Pujut Diminta Bertanggungjawab

Atas kejadian ini, warga mengaku sangat kecewa dengan sikap ITDC. sementara mereka beberapa hari lalu telah melayangkan surat permohonan audensi.

“ITDC tidak memiliki mekanisme pelayanan publik yang baik terhadap upaya penyelesaian masalah warga,” katanya tegas.

Disamping itu, pihak ITDC yang menemui warga disarankan agar membuat jadwal ulang 3 atau 4 hari kedepannya. Namun warga yang coba memaksa agar ditemui oleh perwakilan ITDC tapi tidak ada satupun yang mau menemui warga yang sejak berjam-jam menunggu.

Baca Juga  Ada Isu Penculikan Anak, Kapolsek: Itu Tidak Benar

Terpisah, kuasa hukum warga yang mengklaim lahan di Sirkuit Mandalika Setia Dharma membenarkan adanya teror dan intimidasi diduga dilakukan aparat keamanan.

Parahnya lagi, jelang event MotoGP berlangsung ada dua warga yang didampingi justru diamankan kepolisian gara-gara pasang plang minta lahan dibayar.

“Pihak keamanan juga cabut semua plang yang dipasang warga, ini kan tanah mereka,” katanya tegas.

Beberapa kali pihak PT. ITDC coba dikonfirmasi jurnalis Koranlombok.id belum direspons sampai berita ini ditayangkan.(dik)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.