Jemaah Haji Lombok Tengah Sujud Syukur, Satu Meninggal Dunia

oleh -1434 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Seorang jemaah haji sujud syukur setelah tiba di pelataran Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM) Lombok Tengah, Senin (24/6/2024) siang.

 

LOMBOK – Jemaah haji Kloter 2 dari Lombok Tengah tiba di Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid (BIZAM), Senin (24/6/2024) siang. Saat turun dari pesawat, mereka melakukan sujud syukur.

Hj. Nur Alifah bersama sang suami terlihat tak kuasa menahan air mata sembari melakukan sujud syukur. Wanita asal Praya itu merupakan salah satu dari 392 orang jemaah Kloter pertama dari Lombok Tengah.

Ia merasa bersyukur telah selesai menunaikan ibadah haji dan kembali ke tanah air dengan selamat. “Alhamdulilah sudah sampai di Lombok,” ucapnya sambil dirangkul suaminya.

Baca Juga  Kejari Usut Kasus Dugaan Korupsi Desa Langko, Inspektorat Turun Lapangan

Selain itu jemaah lainnya, Hj. Baiq Anita Nindia juga merasa terharu mengingat perjalanannya selama menunaikan rukun islam kelima tersebut.

 

Dirinya sangat bersyukur tidak mengalami hambatan dan kendala selama menginjakan kaki di tanah suci.

“Alhamdulilah tidak ada, saya bersyukur sekali bisa kembali rasanya bahagia,” katanya.

 

Di tempat yang sama, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Lombok Tengah, H. Hambali mengatakan setelah mendarat di bandara jemaah akan kembali ke Asrama Haji di Mataram untuk melakukan acara penerimaan dan peyerahan kembali ke keluarga.

Baca Juga  Bupati Pathul Diduga Labrak UU, Sanksi Tak Bisa jadi Calon Kepala Daerah

“Alhamdulilah kondisi jemaah dalam kondisi baik, nanti ada pengecekan terakhir termasuk paspor di embarkasi,” katanya.

Ditambahkan Hambali, jemaah haji dengan usia lanjut ada 108 orang dan sekitar 9 orang dibantu kursi roda, namun ada salah satu jemaah haji yang meninggal pada Jumat lalu sehingga yang semula 393 orang menjadi 392 orang.

Baca Juga  Warga Enam Kecamatan Butuh Air Bersih, Lombok Tengah Darurat Kekeringan

Jemaah itu berasal dari Dusun Mertak Wareng, Desa Beber, Kecamatan Batukliang, bernama Sade binti Amaq Ratnasih berumur 80 tahun karena sakit.

 

“Kemarin setelah di Arafah meninggal jadi dapat melakukan wukuf tetapi belum melaksanakan satu rukun yakni tawaf ifadah, tapi alhamduliah itu bisa dibadalkan,” cerita Hambali.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.