LOMBOK – Seorang santri SMP Islam di Kecamatan Praya berusia 12 tahun, inisial HM meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit. HM masuk rumah sakit setelah diduga mengalami kekerasan di dalam pondok.
Kakak misan HM, Hery menegaskan bahwa korban sempat dirawat di RSUD Praya selama empat hari tiga malam. Disebabkan kondisi memburuk HM kemudian dirujuk ke RSUD Provinsi NTB. Takdir berkata lain, nyawa HM tidak bisa tertolongkan.
Hery membenarkan terkait informasi yang tersebar di media sosial. Dimana korban HM mengalami kekerasan di dalam pondok yang diduga dilakukan sesama santri.
Pihak keluarga membantah bahwa korban memiliki riwayat penyakit yang diderita selama ini. Hery menegaskan bahwa korban sebelum masuk pondok dalam keadaan sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit.
“Kalau ada riwayat penyakit ngapain dipondokin,” katanya tegas saat dikonfirmasi Koranlombok.id, Jumat (22/8/2025).
Hery menceritakan, pada hari pertama dirawat di RSUD Praya, HM ini sempat sadar sebentar dan mengatakan bahwa dirinya sudah dipukul temannya.
“Hari pertama di bawa ke RS dia sadar sebebentar dia cuma bilang habis dipukuli,” cerita Hery.
“Secara jujur aja pak, mana bisa anak umur 12 bisa bohong,” sambungnya lagi.
Dari peristiwa naas ini, sayangnya pihak Kantor Kementerian Agama Lombok Tengah malah tidak tahu. Namun atas informasi ini, pihak Kemenag langsung turun ke pondok pesantren yang berada di Praya dalam rangka menggali informasi mengenai kematian santri tersebut.
“Kami belum tau informasi tersebut,” kata singkat Kepala Kemenag Lombok Tengah H. Nasrullah di kantornya, Jumat (22/8/2025).
Nasrullah mengaku telah mengutus pejabat di Kemenag untuk turun menelusuri kejadian tersebut. “Untuk saat ini kami belum bisa berkomentar takutnya nanti salah-salah,” tutupnya.
Pantauan jurnalis Koranlombok.id jenazah HM dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat usai salat Jumat. Di lokasi pemakaman, terlihat tangisan pecah dari pihak keluarga HM.
Sampai berita ini ditayangkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan apapun. Kasat Rekrim Polres Lombok Tengah yang dikonfirmasi belum ada respons.(red/hil/nis)





