Program MBG Kemenag Lombok Tengah Tidak Dilibatkan

oleh -1765 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Ini Dapur Pinang Selatan di Praya yang sebelumnya mendistribusikan MBG untuk MIN 1 Lombok Tengah.

 

 

LOMBOK  – Terhentinya penyaluran makan bergizi gratis (MBG) di MIN 1 Lombok Tengah baru-baru ini, disayangkan pihak kantor kementerian agama (Kemenag). Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Lombok Tengah, Lalu Syahdi mengaku tidak pernah dilibatkan dalam program tersebut. Termasuk madrasah mana yang menerima dan tidak.

Dia mengatakan, madrasah langsung berhubungan dengan dapur di wilayah terdekat. Informasi yang pihaknya terima, satu dapur maksimal melayani 3.000 penerima.

 

“Berarti kalau sudah mencapai 3.000, tidak bisa ke tempat lain lagi,” ungkapnya kepada Koranlombok, pekan kemarin.

Baca Juga  Memilukan, Komisi IV Temukan Puskesmas Terburuk di Lombok Tengah

 

Terkait pemberhentian MBG yang sudah berjalan di MIN 1 Lombok Tengah, Syahdi menegaskan tidak mengetahui informasi itu. Termasuk kabar pemotongan anggaran sehingga MBG dihentikan. Sebab, ini bukan kewenangan Kemenag.

Dia menyampaikan, MIN yang sudah masuk daftar penerima MBG seharusnya tetap menerima bantuan sesuai jadwal. Tapi jika ada pemangkasan anggaran, itu merupakan urusan dapur.

“Bisa saja ada pemangkasan, disebabkan karena apa kan?,” tanyanya.

 

Syahdi mengakui, Kemenag Lombok Tengah tidak dilibatkan langsung dalam proses tersebut dan hanya menerima informasi dari pihak madrasah. Seperti kasus di MIN 1 Lombok Tengah, penghentian MBG disebutnya bisa saja terjadi karena pemangkasan anggaran.

Baca Juga  Awalnya Bebankan Pemda, Sandiaga: Hosting Fee Sudah Dibayar ITDC-Kemenparekraf

“Kalau memang dari pihak dapur melanjutkan nanti, dananya dari mana? Mendapatkan anggaran kan bingung pihak dapurnya,” terangnya.

 

Sebagai langkah ke depan, Kemenag Lombok Tengah menyarankan agar anggaran tidak dipangkas supaya siswa MIN tetap mendapat MBG. Pemberhentian ini, menurut dia hanya bersifat sementara.

“Tapi kalau pihak MIN yang mencari dapur itu bukan sesuatu yang elok dilakukan. Mereka harus menunggu dapur mana yang kira-kira terjangkau untuk diberikan MBG itu,” tegasnya.

Baca Juga  Ketua Majelis Hakim Buka Aliran Dana Taktis BLUD RSUD Praya

 

Dalam persoalan MBG, Syahdi menegaskan bahwa Kemenag Lombok Tengah tidak ikut campur dalam urusan dapur.

“Kita tidak terlibat urusan dapur. Kita hanya punya urusan dengan siswa dan gurunya saja,” katanya.

 

Sampai detik ini, Kemenag belum memiliki data detail terkait jumlah madrasah penerima MBG. Hanya diketahui bahwa madrasah negeri dan swasta lainnya juga telah menerima bantuan serupa.

“Kalau data secara detail, kita belum ada,” tutupnya.(hil)

 

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.