Butuh Air, Petani dari Dua Desa Turun Demo

oleh -1935 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID Puluhan petani dari Desa Selebung dan Aik Darek saat aksi di halaman Kantor DPRD Lombok Tengah, Kamis (5/10/2023).

LOMBOK – Puluhan petani dari dua desa yakni, Desa Aik Darek dan Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah melakukan aksi demo di halaman gedung Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kamis (5/10/2023).

Dalam aksinya, petani meminta agar saluran High Level Diversion (HLD) dibuka minimal dengan ukuran pipa 6 inchi untuk pertanian dan perikanan. Selain itu mereka menuntut ada perencanaan pembuatan embung besar dan pengelolaan hutan demi keberlangsungan sumber mata air.

“Yang terdampak sekitar tujuh dusun, ada kelompok tani supaya saluran HLD Kokoh Babak supaya tidak ditutup,” tegas Koordinator Lapangan, Usman dalam aksinya.

 

Dikatakannya, ada tujuh dusun tersebut tersebar di Desa Selebung yakni, Dusun Dasan Lekong, Embang Lauk, Embang Daye dan Tojong-ojong. Sementara di Desa Aik Darek ada di Dusun Kembang Kerang 1, Kembang Kerang 2 dan Pancor Dao.

Baca Juga  Tiga Kecamatan Terdampak Cuaca Ekstrem di Lombok Tengah, Satu Jembatan Putus

“Hulunya di babak di Desa Lantan, kalau hilirnya di kluncing, kerugian per hektare ada 4 juta dikalikan 100 hektare tanaman kacang tanah dan padi,” sebutnya.

 

Disamping itu, pembudidaya ikan air tawar juga kena imbas yang berada di Dusun Dasan Lekong 260 ribu ekor ikan, Tanak Embang Lauk sekitar 260 ribu ekor ikan, Tanak Embang Daye 180 ribu ekor ikan.

“Total 500 ribu ekor, semetara untuk 1000 ekor biaya pengelolaan 3 juta pembiayaan. Kerugian Rp 2 milliar bagi pembudidaya ikan,” katanya.

Baca Juga  Hasil Tes Urine Caleg PAN Nyabu Belum Keluar

 

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Lombok Tengah, H. Sidik Maulana yang menerima massa aksi berjanji pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas Pertanian, Dinas PUPR, Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I terkait hal ini.

“Hari Selasa kita akan ke BWS untuk carikan solusi tercepat dan terbaik,” ujarnya.

Sedangkan permintaan jangka panjang masyarakat yakni pembuatan embung besar di wilayah utara dirinya mengatakan belum ada dan dirinya berharap hal tersebut bisa dilakukan.

“Jangan hanya memperhatikan wilayah hilir, tapi memberikan masalah  kekeringan di utara,” ungkap dia.

Baca Juga  Jenazah TKI Korban Penembakan di Malaysia Segera Dipulangkan

 

Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Lombok Tengah, Munawar di lokasi mengatakan ada solusi yakni dengan cara gotong royong untuk pengerukan bersama di Bendumgan Benjor yang menurut dia masih ada potensi air yang mengalir hingga ke wilayah hilir.

“Kapasitasnya bisa untuk nengaliri lahan 200 atau 300 hektare,” katanya.

 

Dia berharap dewan bisa memberikan solusi potensi sumber air lain di wilayahnya, mengingat berkurangnya sumber air tersebut karena puncak kemarau di September dan Oktober.

“Kita harap dalam waktu dekat diperkirakan hujan akan turun menurut data klimatologi,” katanya.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.