Warga Bongkar Paksa Plang Perusahaan di Gili Perigi Pujut

oleh -3375 Dilihat
FOTO ISTIMEWA Warga secara bersamaan membongkar plang perusahaan PT. Balindo Purinatamegah yang terpasang di Gili Perigi, Kamis (16/5/2024).

LOMBOK – Puluhan warga Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah membongkar paksa dua plang milik perusahaan PT. Balindo Purinatamegah yang terpasang di Gili Perigi.

Pembongkaran paksa plang milik perusahaan ini, dilakukan warga karena mempertanyakan dasar pihak perusahaan mengklaim bahwa itu tanah milik mereka di atas tanah adat.

Baca Juga  Ada Proyek Reklamasi di Tanjung Aan, Korbankan Lahan Mangrove

“Plang terpaksa kami bongkar paksa bersama warga, sekarang plang itu kami titip di kantor Desa Mertak,” ungkap perwakilan warga Desa Mertak, Ribut Waidi yang dihubungi Koranlombok.id, Kamis (16/5/2024).

Dijelaskan Ribut, dua plang perusahaan ini terpasang di wilayah Semunduk Bumbang dan Batu Pedang, Desa Mertak. Informasi yang diterima, plang ini dipasang sepekan lalu oleh warga setempat.

Baca Juga  Ketua Majelis Hakim Buka Aliran Dana Taktis BLUD RSUD Praya

“Warga kami yang pasang, mereka ngaku diupah untuk memasang plang milik perusahaan,” ceritanya.

Atas pemasangan plang oleh pihak perusahaan di gili itu, warga dibuat resah. Warga bertanya-tanya siapa yang menjual gili itu dan siapa pihak yang membeli.

“Makanya nanti biar pemerintah desa yang mengklarifikasi pihak perusahaan,” tegasnya.

Baca Juga  Banjir Dua Kecamatan di KSB, HIPMASBAR Minta Pemda Bahkan PT AMMAN Bertanggungjawab

Selama ini, kata Ribut, warga sering memanfaatkan gili tersebut sebagai tempat berteduh warga. Karena saat air laut surut, warga bisa ke gili itu.

“Kalau pihak perusahana keberatan kami siap menghadapi, karena ini kami semua yang mempertanyakan,” katanya.(dik)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.