Paket C Mudah Dipalsukan, Komisi IV Minta Dikbud Loteng Perketat Pengawasan

oleh -1882 Dilihat
FOTO HUMAS DPRD LOMBOK TENGAH / Unsur pimpinan dan Komisi IV DPRD Lombok Tengah saat mengklarifikasi PGRI dan Dikbud, Rabu (9/4/2025).

 

banner 1080x1350

 

LOMBOK – Maraknya kasus dugaan pemalsuan sertifikat pendidikan non formal atau ijazah paket A, B dan C membuat anggota Komisi IV DPRD Lombok Tengah Nurul Adha bicara tegas.  Dia meminta Dikbud untuk lebih ketat dalam melakukan pengawasan.

 

Ditegaskan politikus PKB itu, selama ini pihaknya kerap memberikan masukan kepada Dikbud agar setiap lembaga tak hanya sekadar memberikan laporan kegiatan, tetapi juga melakukan pengawasan langsung terkait proses pembelajaran hingga asesment yang dilakukan.

Baca Juga  5.500 Meter Kabel PJU Bypass BIL-Mandalika Kembali Dicuri

 

“Kita sih untuk ke lapangan belum, tetapi kita sering menitipkan kepada dinas supaya betul-betul paket A, B, dan C termasuk juga PAUD agar betul-betul jangan hanya berupa laporan tetapi tidak turun melihat seperti apa,” tegasnya, Kamis (10/4/2025).

 

Politisi perempuan ini menyebutkan, jika melakukan pemantauan senantiasa dilakukan oleh dinas maka pemerataan pendidikan yang sebenarnya dapat dilakukan dengan sebenar – benarnya kepada masyarakat.

 

Baca Juga  DPRD Loteng Revisi Perda Tentang Pemdes

Ia merasa miris jika sertifikat pendidikan non formal kerap disalahgunakan oleh segelintir orang, apalagi ada rekan sesama dewan yang juga tersandung kasus serupa.

 

Katanya, kualitas lulusan pendidikan non formal tidak jauh beda dengan sekolah formal yang ada tergantung bagaimana kemampuan peserta didik menyerap pelajaran, bahkan ada sejumlah kepala daerah yang diketahuinya pada tahun 2019 yang juga merupakan lulusan dari paket C.

 

Untuk lulusan paket C adalah setara dengan SMA /sederajat dan dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi, jadi terkait masalah kualitas tidak perlu dikhawatirkan oleh masyarakat.

Baca Juga  Fraksi Golkar Berharap Ranperda Baru Ciptakan Iklim Usaha-Investasi Lebih Mudah

“Jadi akhirnya gak masalah paket C, bisa jadi seseorang itu tidak bisa sekolah karena faktor ekonomi sehingga mengambil paket C atau bisa jadi punya taraf ekonomi yang bagus tetapi memiliki keluarga yang bermasalah kan gitu, jadi kita gak bisa remehkan lulusan paket C,” katanya.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.