LOMBOK – Mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) PMD Universitas Mataram (Unram) melaksanakan penyuluhan dan pelatihan di Desa Rempek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Kamis, 22 Januari 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan praktis kepada masyarakat setempat mengenai pengolahan biji kakao menjadi bubuk cokelat dengan metode tradisional. Ini sebagai upaya untuk meningkatkan nilai ekonomi kakao yang selama ini hanya dijual dalam bentuk biji kering.
Setidaknya, ada 15 warga dari Dusun Soloh dan Duria, Desa Rempek mengikuti pelatihan yang mencakup sosialisasi serta praktek langsung. Kegiatan dimulai dengan pemanenan buah kakao yang sudah matang, diikuti dengan proses pengupasan, fermentasi, pengeringan di bawah sinar matahari, penyangraian, dan penggilingan biji kakao.
Ketua KKN PNM Unram di Desa Rempek, Febi Sultan Pratama mengatakan setelah melalui tahap pengayakan, baru akan diperoleh bubuk kakao halus siap pakai.
“Dalam praktek ini, kami kelompok KKN menggunakan alat sederhana seperti batu lesung, wajan, spatula, dan kompor,” terang Febi Sultan Pratama dalam rilis diterima Koranlombok.id.
Febi menambahkan, proses ini menunjukkan bahwa dari 1 kg biji kakao kering dihasilkan sekitar 500 gram bubuk cokelat. Hasil pengolahan ini tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar cokelat, tetapi juga bisa diolah menjadi produk.
“Misalnya susu cokelat dan perasa cokelat untuk makanan atau kue. Kami harap dari kegiatan ini dapat mendorong masyarakat Desa Rempek untuk mengembangkan usaha pengolahan kakao secara mandiri,” harapnya.
Sementara, dari mahasiswa KKN Unram berharap juga dengan keterampilan yang diperoleh ini diharap warga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi melalui produk bernilai tambah. Katanya, penggunaan alat yang lebih modern di masa depan akan mempercepat proses produksi dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.
“Melalui program ini, kelompok KKN PMD Universitas Mataram berupaya mendukung pemberdayaan masyarakat dan mengoptimalkan potensi lokal di Desa Rempek untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi desa,” pungkasnya.(red)





